Don't Do It: Isi Kampanye dari Nike Tanggapi Masalah Rasisme di AS

- 31 Mei 2020, 20:15 WIB
Nike. /Unsplash
 
PORTAL JEMBER - Masalah rasisme di AS semakin panas setelah meninggalnya George Floyd, seorang pria berkulit hitam yang ditangkap polisi.
 
George meninggal setelah lehernya ditahan oleh kaki seorang polisi yang berlutut di atasnya.
 
Kejadian itu terlihat jelas dalam video yang menunjukkan detik-detik terakhir sebelum kematian menjemputnya.
 
 
Tersebarnya video itu di media sosial membuat geram masyarakat AS, terutama gerakan Black Lives Matter yang vokal menyuarakan masalah rasisme di AS.
 
Aksi protes pun bermunculan, seperti yang terjadi di kota New York dan Minneapolis, tempat George mengembuskan napas terakhirnya.
 
Empat hari setelah tragedi tewasnya George di tangan polisi, Nike mengunggah pesan terkait masalah rasisme di AS dalam akun media sosial mereka.
 
 
Pesan tersebut merupakan video dengan latar hitam dan teks putih yang muncul secara bergantian.
 
Pesan itu berawal dengan kalimat, "Untuk pertama kalinya, jangan lakukan."
 
Pesan itu terlihat sangat kontras dengan slogan Nike yang berbunyi "Just Do It" untuk memotivasi orang-orang agar keluar dan melakukan yang mereka inginkan.
 
 
Pesan yang menyuarakan masalah rasisme dari Nike ini terdiri dari delapan kalimat yang muncul satu per satu setelah kalimat di awal.
 
"Jangan berpura-pura tidak ada masalah di Amerika. Jangan memalingkan diri dari rasisme. Jangan menerima nyawa orang tak bersalah yang diambil dari kita. Jangan terlalu banyak membuat alasan. Jangan berpikir ini tidak memengaruhimu. Jangan duduk bersandar dan diam. Jangan berpikir kamu tidak bisa menjadi bagian dari perubahan."
 
Perusahaan yang terkenal dengan kualitas produk olahraganya itu menutup pesan mereka dengan ajakan, "Mari menjadi bagian dari perubahan itu."
 
 
Kampanye yang menyuarakan tentang masalah rasisme di AS bukan yang pertama kali dilakukan oleh Nike.
 
Pada tahun 2018, Nike pernah menampilkan iklan bersama Colin Kapernick untuk memperingati ulang tahun ke-30 dari slogan "Just Do It".
 
Colin merupakan figur kontroversial karena berlutut saat Lagu Kebangsaan dimainkan sebelum pertandingan NFL dimulai.
 
 
Aksi tersebut merupakan bentuk protes Colin atas adanya ketidakadilan yang melibatkan ras di dalam NFL. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X