Tidak Semata Terbunuhnya Warga Kulit Hitam, Kerusuhan di Amerika Serikat Juga Dipicu Hal Ini

- 31 Mei 2020, 16:08 WIB
PARA pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor polisi Minneapolis yang terbakar saat demonstrasi setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video amatir menekan lututnya ke leher pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, Amerika Serikat 28 Mei 2020.* /ANTARA

PORTAL JEMBER – Aktivis hak-hak sipil menilai, video penangkapan George Floyd pada Senin 25 Mei 2020, telah memicu luapan kemarahan yang telah lama membara di Minneapolis dan kota-kota di seluruh Amerika Serikat (AS) sebagai dampak bias rasial persisten dalam sistem peradilan pidana AS.

Video penangkapan Floyd itu viral ke seantero negeri yang memperlihatkan ia terengah-engah saat lehernya dijepit dengan kaki oleh seorang polisi sembari merintih, "Tolong, saya tidak bisa bernapas," sebelum akhirnya meninggal dunia.

Protes yang menyebar dengan cepat, baik secara damai maupun rusuh, juga sebagai ekspresi ketidakpuasan nasional yang mendalam terhadap klaustrofobia sosial dan tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Baca Juga: Benarkah Jika Selaput Dara Robek Berarti Sudah Tidak Perawan?

Di Kota Miami, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu 30 Mei 2020, sirene dan lampu polisi membanjiri pusat kota ketika kembang api mulai berderak dan menggelegar di atas Teluk Biscayne untuk menghormati petugas kesehatan yang memerangi pandemi.

Ratusan polisi dengan pakaian anti huru hara mengerumuni daerah itu, mengancam akan menangkap siapa pun, termasuk media, yang ada di jalan-jalan.

Jam malam diberlakukan di beberapa kota besar yang diguncang gangguan sipil dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya, Atlanta, Los Angeles, Philadelphia, Denver, Cincinnati, Portland, Oregon, dan Louisville, Kentucky.

Baca Juga: Respons Kerusuhan, Donald Trump: Mereka Disambut Anjing-Anjing Paling Ganas

Protes juga berkobar pada Sabtu di Kota Dallas, Chicago, Seattle, Salt Lake City, dan Cleveland.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X