Pemerintah Mesir Dikecam karena Kematian Petugas Kesehatan yang Menangani Covid-19

- 27 Mei 2020, 20:05 WIB
ILUSTRASI pandemi COVID-19.*

PORTAL JEMBER - Serikat medis Mesir menyalahkan pemerintah atas peningkatan infeksi covid-19 dan kematian di kalangan profesional kesehatan dan memperingatkan kehancuran total sistem kesehatan negara itu.

Kurangnya peralatan pelindung, pengujian dan tempat tidur rumah sakit untuk dokter garis depan, membuat semakin frustasi

Serikat pekerja,menggambarkan kelalaian kementerian kesehatan Mesir sebagai kejahatan membunuh dengan tidak bertanggung jawab. 

Baca Juga: Terapkan New Normal, Polda Jawa Timur akan Siapkan Kampung Tangguh di Seluruh Wilayah

Dikutip dar Al Jazeera, serikat pekerja melaporkan 19 dokter telah meninggal dan 350 terjangkit virus, menurut angka resmi, meskipun pengujian staf medis masih terbatas.

"Sindikat itu memperingatkan bahwa sistem kesehatan dapat sepenuhnya runtuh, yang mengarah ke bencana yang mempengaruhi seluruh negara jika kelalaian kementerian kesehatan dan kurangnya tindakan terhadap staf medis tidak diperbaiki," kata Syndicate Medis Mesir (EMS) dalam sebuah pernyataan.

"EMS menganggap kementerian kesehatan sepenuhnya bertanggung jawab atas meningkatnya kematian dan infeksi di kalangan dokter karena kelalaiannya yang sama saja dengan kematian melalui kelalaian tugas," tambahnya.

Baca Juga: Mengenal Profil Singkat Iman Brotoseno, Direktur Utama TVRI yang Baru

Mesir, negara terpadat di Liga Arab, telah secara resmi mencatat 17.967 infeksi dan 783 kematian akibat covid-19.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X