Mesir Maafkan Lebih dari 3 Ribu Tahanan pada Idul Fitri, Tapi Tidak Ada Jurnalis yang Bebas

- 25 Mei 2020, 18:10 WIB
Ilustrasi penjara. /Pixabay

PORTAL JEMBER - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah memaafkan lebih dari 3 ribu tahanan, dalam suatu tindakan yang bertepatan dengan liburan Idul Fitri yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan.

Namun, tidak ada aktivis, jurnalis atau tahanan politik, di antara 3.157 orang yang diberikan grasi pada Sabtu malam.

Menurut berita resmi, salah satu dari mereka yang diampuni adalah mantan polisi Mohsen al-Sukkari, yang dijatuhi hukuman pada tahun 2010 hingga 25 tahun karena pembunuhan penyanyi populer, Suzanne Tamim.

Baca Juga: Setelah Dua Tahun, TWICE Kembali akan Jadi Tamu di Acara Running Man

Pengadilan menemukan bahwa al-Sukkari bertindak atas instruksi dari Real Estat Grup Talaat Moustafa,Hisham Talaat Moustafa dengan bayaran sekitar 2 juta dollar.

Pembunuhan Tamim pada 2008, kekasih Moustafa, memicu kemarahan publik di seluruh wilayah Arab, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Moustafa, seorang pengusaha terkenal, dijatuhi hukuman 15 tahun karena terlibat dalam kejahatan tersebut, tetapi ia diberikan grasi presiden pada tahun 2017 dengan alasan kesehatan.

Baca Juga: Kelelawar Tapal Kuda Diwaspadai karena Menjadi Inang bagi Virus Corona

Kelompok-kelompok hak asasi mengatakan pemerintah Mesir telah melakukan tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perselisihan sejak 2013.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X