Hari yang Bersejarah, Tiongkok Laporkan Nol Kasus Covid-19 Pertama Kali

- 23 Mei 2020, 16:15 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping. /Twitter/@TheOnion
 
 
PORTAL JEMBER - Tiongkok untuk pertama kalinya tidak menemukan penambahan kasus covid-19 pada akhir hari Jumat, 22 Mei 2020.
 
Sejak otoritas Tiongkok mulai rutin melaporkan penambahan kasus covid-19 di bulan Januari, telah ditemukan penambahan kasus setiap harinya.
 
Dilansir PORTAL JEMBER dari Al Jazeera, 23 Mei 2020, ini merupakan kali pertama tidak ditemukannya peningkatan kasus harian di Tiongkok.
 
 
Sebelumnya, pimpinan Partai Komunis Tiongkok merayakaan "keberhasilan besar" dalam penanganan covid-19 di Tiongkok.
 
Mereka merasa mendapatkan hasil yang hebat melawan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia itu.
 
Meski tak ada laporan kasus baru selama 24 jam, Komisi Kesehatan Nasional mendapat laporan dua kasus dugaan covid-19.
 
 
Menurut mereka, diduga terdapat kasus yang diimpor dari luar negeri di Shanghai dan kasus penyebaran lokal di provinsi Jilin.
 
Penyebaran kasus covid-19 secara lokal di Tiongkok telah mengalami penurunan drastis setelah kebijakan yang ketat diberlakukan oleh pemerintah.
 
Jumlah kasus covid-19 sudah turun secara tajam sejak bulan Maret setelah pembatasan terhadap pergerakan warga dapat mengendalikan penyebaran virus.
 
 
Hingga kini, jumlah kasus di Tiongkok sebanyak 82.971 kasus dengan kematian sebanyak 4.634 orang.
 
Tiongkok berada di urutan ke-13 dari seluruh negara di dunia berdasarkan jumlah kasus covid-19.
 
Peringkat pertama telah diduduki selama berminggu-minggu oleh Amerika Serikat dengan lebih dari 1,6 juta kasus dan 97.655 korban jiwa.
 
 
Katrina Yu melaporkan kepada Al Jazeera mengenai pemerintah Tiongkok dan masalah transparansi.
 
"Ada juga pertanyaan tentang transparansi di Tiongkok...Ini adalah pemerintah otoriter dan pemimpin di level lokal di bawah tekanan yang kuat untuk menjaga agar angka-angka tetap di bawah."
 
"Dengan peristiwa di sini yang lagi bagus-bagusnya, anda tidak ingin menjadi satu-satunya pejabat yang melaporkan sekolompok atau sejumlah kasus."
 
 
"Dan itu menimbulkan pertanyaan apakah kita bisa percaya dengan apa yang kita lihat," ungkap Katrina dari Beijing, ibu kota Tiongkok.
 
Meskipun begitu, pemerintah Tiongkok selalu mengeluarkan klaim bahwa mereka konsisten memberikan informasi kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara lainnya secara berkala. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X