Pemerintah Jepang akan Cabut Status Keadaan Darurat di Seluruh Daerah Jepang pada Minggu Ini

- 28 September 2021, 19:33 WIB
Pemandangan Kota Tokyo, Jepang.
Pemandangan Kota Tokyo, Jepang. /Pixabay/sofi5t/
 
PortalJember.com - Pemerintah Jepang mengumumkan pada hari Selasa 28 September 2021, bahwa keadaan darurat virus corona akan berakhir minggu ini. 
 
Hal tersebut bertujuan untuk membantu meremajakan ekonomi yang telah melambat.  
 
Dikutip PortalJember.com dari laman bellinghamheralld.com, perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan keadaan darurat akan berakhir Kamis, 30 September 2021.
 
 
Selain itu, pembatasan akan dilonggarkan secara bertahap demi bisa melanjutkan kehidupan sehari-hari meskipun ada virus.
 
Dia mengatakan pemerintah akan membuat lebih banyak fasilitas perawatan COVID-19 sementara dan melanjutkan vaksinasi untuk mempersiapkan kebangkitan di masa depan. 
 
Pejabat pemerintah juga telah melembagakan rencana lain seperti paspor vaksin dan tes virus, kata Suga. 
 
 
Dengan pencabutan keadaan darurat tersebut, Jepang akan bebas dari persyaratan darurat untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam bulan. 
 
Keadaan darurat Jepang saat ini, dideklarasikan pada bulan April, dan telah berulang kali diperpanjang dan diperluas. 
 
Terlepas dari keletihan dan rasa frustrasi publik atas tindakan tersebut, Jepang telah berhasil menghindari lockdown lebih ketat yang diberlakukan di tempat lain.
 
 
Keadaan darurat tersebut melibatkan permintaan restoran dan bar untuk mengurangi jam kerja mereka dan tidak menyajikan alkohol.  
 
Gubernur Tokyo, Osaka, Hyogo, dan Kyoto mengatakan mereka berencana untuk mempertahankan permintaan pencabutan keadaan darurat itu sambil memantau situasi virus dengan cermat.  
 
Jepang sangat ingin memperluas kegiatan sosial dan ekonomi sambil menyeimbangkan kebutuhan untuk mencegah gelombang infeksi lain.  
 
 
Restoran dan tempat komersial lainnya yang saat ini diminta untuk tutup lebih awal harus secara bertahap kembali ke jam normal mereka, sementara pihak berwenang memperkuat sistem perawatan kesehatan, kata para pejabat.  
 
“Pencabutan keadaan darurat ini tidak berarti kita 100% bebas,” kata Dr. Shigeru Omi, penasihat medis utama pemerintah, kepada wartawan.  
 
"Pemerintah harus mengirim pesan yang jelas kepada rakyat bahwa kita akan membuka semuanya secara bertahap." *** 
 

Editor: Jansilmi Nur Al-Zia

Sumber: Bellingham Herald


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X