Presiden Terpilih Iran, Ebrahim Raisi, Disebut sebagai Sosok Garis Keras yang Dikaitkan dengan Eksekusi Massal

- 20 Juni 2021, 06:00 WIB
Presiden Terpilih Iran, Ebrahim Raisi.
Presiden Terpilih Iran, Ebrahim Raisi. /Tangkap layar Youtube.com/Al Jazeera English

PORTAL JEMBER - Ebrahim Raisi, kepala kehakiman Iran, terpilih sebagai presiden baru Iran. Kemenangan hasil awal Ebrahim Raisi menunjukkan telah mendapatkan 17,8 juta suara, 14,5 juta lebih banyak dari saingan yang lain.

Dilansir PORTAL JEMBER dari Guardian, dengan 90 persen suara dihitung, pejabat Iran mengatakan 28,6 juta orang telah memberikan suara. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2017.

Hasil resmi akan diumumkan pada hari Sabtu, tetapi tampaknya Ebrahim Raisi mendapatkan lebih dari 50 persen suara, sehingga bisa menghindari perlunya putaran kedua.

Ebrahim Raisi mengeluarkan pernyataan kemenangan, mengatakan akan membentuk kabinet "kerja keras, anti-korupsi dan revolusioner".

Baca Juga: Donna Agnesia Pakai Baju Renang, Istri Darius Sinathrya Pamer Body Goals

Ebrahim Raisi menambahkan akan menjadi presiden dari semua orang yang memilihnya, yang tidak memilihnya dan bahkan dari golongan yang tidak memilih sama sekali.

Ebrahim Raisi adalah anggota termuda dari 1988 Tehran death committee, konon telah dituduh secara sistematis mengirim 3.000 orang untuk dibantai.

Ebrahim Raisi berusia 28 tahun pada saat pembantaian, seorang wakil jaksa Teheran yang berdiri di komite kematian untuk Morteza Eshraghi, kepala jaksa Teheran.

Peran Ebrahim Raisi sebagai anggota komite paling junior diperdebatkan.

Halaman:

Editor: Selly Kurniawan

Sumber: Guardian


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X