Hati-hati! Sarkasme, Sinisme, dan Kebencian Dapat Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

- 16 September 2020, 10:45 WIB
Ilustrasi serangan jantung. /Medical News Today
 
 
PORTAL JEMBER - Penyakit jantung merupakan penyakit yang sangat mengerikan bagi semua orang.
 
Penyakit ini juga merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia. Ada berbagai macam hal yang bisa membuat manusia terkena resiko serangan jantung.
 
Hal-hal yang menyangkut sifat negatif seperti sarkastik atau sinis dapat menyebakan orang mengalami serangan jantung.
 
 
Dikutip PORTAL JEMBER dari Mirror, Para peneliti Menemukan bahwa orang yang selamat dari serangan jantung dan mempunyai sikap sarkastik atau sinis memiliki risiko lebih besar meninggal dalam dua tahun akibat serangan jantung lainnya.
 
Lebih dari 2.300 pasien yang baru saja selamat dari serangan jantung mengambil bagian dalam penelitian di Amerika.
 
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa mereka yang mempunyai karakter tdak menyenangkan seperti sarkasme, sinisme, kebencian, ketidaksabaran atau mudah tersinggung berisiko lebih besar meninggal akibat serangan jantung berikutnya dalam dua tahun ke depan.
 
 
Hal ini diperkirakan karena keadaan emosional mereka yang terus-menerus negatif sehingga membebani kesehatan mereka.
 
Tim di University of Tennessee AS, mengukur sifat tidak menyenangkan pada awal penelitian dengan menggunakan tes kepribadian, kemudian pasien diawasi selama 24 bulan.
 
Laporan tersebut berbunyi, "Orang yang memiliki sifat tersebut akan meningkatkan waktu pembekuan, tingkat adrenalin yang lebih tinggi, tingkat kolesterol dan trigliserida yang mencapai diatas normal, dan peningkatan reaktivitas jantung.
 
 
"Faktor inflamasi ini dapat memacu detak jantung dan meningkatkan hasil klinis yang buruk." kata tim tersebut.
 
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa bersikap optimis berdampak langsung pada kesehatan jantung. Optimisme dapat menurunkan hormon stres, denyut nadi, dan tekanan darah.
 
Penulis studi, Tracey Vitori berkata, "Perilaku tidak menyenangkan tersebut adalah kepribadian yang meliputi sarkastik, sinis, kesal, tidak sabar atau mudah tersinggung."
 
 
"Ini bukan hanya kejadian satu kali saja tetapi dapat menjadi ciri bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain," lanjutnya.
 
"Kami tahu bahwa mengendalikan kebiasaan gaya hidup dapat meningkatkan prospek pasien serangan jantung, dan penelitian kami menunjukkan bahwa sebenarnya meningkatkan perilaku tidak menyenangkan juga bisa menjadi langkah positif," punkasnya. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X