Penuturan Penyintas Covid-19, Setelah Pulih dari Infeksi Justru Punya Risiko Terkena Parosmia

- 20 Juli 2021, 06:30 WIB
Penuturan Penyintas Covid-19, Setelah Pulih Punya Risiko Terkena Parosmia.
Penuturan Penyintas Covid-19, Setelah Pulih Punya Risiko Terkena Parosmia. /Unsplash.com/Usman Yousaf

PORTAL JEMBER - Setahun setelah pulih dari Covid-19, seorang penyintas mengungkapkan bahwa indra penciuman masih bermasalah. Banyak hal di sekitar masih berbau seperti sampah dan bawang.

Seorang ahli menyebut keadaan itu bisa bertahan hingga 3 tahun mendatang.

Kehilangan penciuman atau dikenal sebagai anosmia kini sering disebut sebagai gejala awal Covid-19.

Baca Juga: Distribusi Nasi Bungkus untuk 685 Warga Jember yang Isoman, Tidak Dapat Bisa Lapor Satgas PPKM Mikro

Hanya saja, bagi penyintas Covid-19, saat kemampuan penciuman kembali, banyak hal tidak sama dan tidak lagi sama sejak dinyatakan sembuh.

Selama lebih dari setahun setelah pulih dari Covid-19, sekarang, hidung penyintas diganggu dengan beberapa aroma yang melekat.

Istilah ilmiah untuk distorsi kemampuan penciuman ini adalah parosmia.

"Perubahan indera penciuman, yang tidak menyenangkan dan disebabkan oleh kerusakan neuron penciuman di pusat saraf," menurut Health.com.

Baca Juga: DOWNLOAD Gambar Ucapan Idul Adha 2021 dan 10 Kata-Kata yang Bisa Dibagikan kepada Keluarga hingga Teman

Halaman:

Editor: Selly Kurniawan

Sumber: Insider


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X