Kenali Gejala Diabetes Insipidus dan Jenis Pemeriksaannya

- 23 Februari 2021, 12:30 WIB
Ilustrasi diabetes insipidus. /Pixabay/ Myriams-Fotos

PORTAL JEMBER - Minum air yang cukup dalam sehari sangatlah baik untuk kesehatan tubuh. 

Tetapi jika merasa sering haus atau buang air kecil secara terus menerus, tetap harus waspada. Bisa jadi itu adalah gejala dari diabetes insipidus. 
 
Apa diabetes insipidus itu? 
 
 
Diabetes insipidus adalah kelainan yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh, hal ini dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan.
 
Maka dari itu, yuk kenali gejala-gejala dari diabetes insipidus dan jenis pemeriksaannya. 
 
Dilansir PORTAL JEMBER dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala yang sering pada penderita diabetes insipidus :
 
1. Terlalu sering buang air kecil, apalagi saat malam hari
2. Sering merasa haus
3. Nyeri otot
4. Lemah dan lesu
 
Ketika merasakan beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan
 
Ada beberapa jenis pemeriksaan untuk cek apakah seseorang menderita penyakit diabetes insipidus, antara lain:
 
 
1. Pengambilan sampel hormon vavasopressin
 
Vasopressin adalah hormon antidiuretik yang dihasilkan oleh otak di kelenjar.
 
Hormon ini bertugas dalam membantu ginjal untuk mengatur kadar air di dalam tubuh.
 
2. Tes deprivasi
 
Untuk menjalani tes ini, biasanya akan diminta berhenti minum selama beberapa jam. 
 
Lalu perubahan dalam berat badan, keluaran urine dan konsentrasi urine akan diperiksa.
 
Tes deprivasi air adalah jenis pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis dan penyebab dari diabetes insipidus.
 
 
3. Tes urine
 
Tes urine dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan glukosa, kalsium, dan potasium dalam urine. 
 
Tekstur urine pada penderita diabetes insipidus ini akan terlihat sangat encer. 
 
4. MRI
 
MRI bertujuan untuk mengambil gambar organ, jaringan dan sistem rangka dengan resolusi tinggi yang tidak bisa didapatkan pada tes lain dan untuk penderita penyakit ini akan dicari kelainan di dalam atau di dekat kelenjar pituitari.
 
 
Itulah beberapa gejala dan jenis pemeriksaannya. Semoga bermanfaat.***

Editor: Boy Nugroho


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X