Suka Begadang? Awas Bisa Jerawatan hingga Mudah Marah dan Stres

- 8 Februari 2021, 10:45 WIB
Ilustrasi begadang di malam hari.
Ilustrasi begadang di malam hari. /Pixabay/mohammed_hassan
PORTAL JEMBER - Begadang biasanya banyak dilakukan oleh anak muda hingga pekerja kantoran yang ada di perkotaan.
 
Begadang sebaiknya tidak perlu dilakukan, terlebih jika hanya karena kegiatan yang tidak penting seperti nongkrong di luar rumah banyak dilakukan oleh anak-anak muda.
 
Hal tersebut dikarenakan begadang memiliki banyak dampak merugikan bagi kesehatan, baik kesehatan fisik dan mental atau pikiran.
 
 
Berikut PORTAL JEMBER telah rangkum delapan dampak buruk begadang bagi kesehatan, yang dilansir dari Onhealth.com.
 
1. Jerawat
 
Kurang tidur atau begadang salah satunya dapat menyebabkan jerawat.
 
Hal ini disebabkan karena saat seseorang kurang tidur maka hormon dan keseimbangan kimiawi di kulit akan terganggu, sehingga menyebabkan munculnya jerawat.
 
2. Mata panda
 
Mata panda atau lingkaran hitam di sekitar mata adalah efek lain dari begadang.
 
Selain menyebabkan mata panda, begadang juga bisa menyebabkan bagian bawah mata bengkak atau terlihat sembab.
 
Sebuah studi mengamati 200 orang dengan mata panda dengan partisipannya mayoritas wanita. Dari studi tersebut didapati 40% orang menderita kurang tidur termasuk insomnia.
 
 
3. Menjadi lebih banyak mengonsumsi makanan asin dan manis
 
Efek dari begadang bisa menyebabkan seseorang sulit terhindar dari mengonsumsi camilan atau makanan yang asin dan manis.
 
Hal ini disebabkan jika seseorang merasa lelah yakni karena begadang, ia akan mengonsumsi makanan yang lebih banyak kalori. Sedangkan makanan yang banyak kalori adalah kudapan manis dan asin.
 
Padahal makanan asin dan manis jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.
 
Dampak buruk bagi kesehatan tersebut contohnya obesitas, diabetes, kolesterol, serta dapat merusak jantung dan ginjal.
 
 
4. Mudah marah dan stres
 
Ilmuwan menyebutkan bahwa seseorang yang kurang tidur atau begadang dapat lebih mudah marah, stres, sedih, dan lelah secara emosional.
 
Hal tersebut dapat menjadi sebuah lingkaran setan. Jika seseorang merasa stres, ia akan menjadi sulit tidur lalu susah tidur dapat membuat stres dan begitu seterusnya.
 
Selain itu, sebuah studi menyebutkan bahwa orang yang kekurangan tidur, dua kali lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan.
 
5. Depresi
 
Sama seperti stres dan gangguan kecemasan, depresi dapat menyebabkan dan disebabkan oleh orang yang suka begadang atau insomnia.
 
Jika hal tersebut tak segera ditangani, maka akan muncul kerugian lain yang lebih buruk.
 
 
6. Sulit konsentrasi dan gangguan memori
 
Seorang yang sulit tidur sehingga menyebabkan begadang dapat menjadi sulit konsentrasi dan mudah lupa.
 
Terdapat dua jenis memori ingatan yang berkaitan dengan tidur. Yaitu memori prosedural yang berfungsi mengingat pengetahuan baru, dan memori yang bertugas mengingat peristiwa atau fakta.
 
Kedua jenis memori tersebut akan terganggu jika seseorang sulit dan begadang.
 
7. Halusinasi dan paranoia
 
Sebuah survei menemukan seseorang akan memiliki peluang mudah berhalusinasi yang meningkat sekitar 4 persen. Hal tersebut terjadi jika seseorang memiliki gangguan tidur selama sebulan terakhir.
 
Jika seseorang menderita insomnia kronis, maka kemungkinan mengalami halusinasi akan meningkat sebesar 8 persen.
 
 
8. Menjadi lebih impulsif
 
Sebuah teori mengatakan bahwa seseorang memerlukan energi untuk membuat sebuah keputusan yang baik. Sedangkan seseorang yang suka begadang dan sedikit jam tidur memiliki energi yang kurang.
 
Kurangnya tidak tersebut dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih impulsif, yaitu sulit mengontrol suatu hal. Contohnya seperti mengontrol emosi, mengontrol nafsu makan, dan lain sebagainya.***

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Onhealth.com


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X