Wakaf Tunai, Solusi Dana Pendidikan Masa Pandemik

- 11 Juni 2020, 17:07 WIB
*Dok. Pribadi /

Oleh: F. Hidayatullah, SHI., MSI.*

 " Ketika anak Adam mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara; sedekah jariyah (pahalanya terus mengalir, meski pelaku telah meninggal), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”  (HR Muslim).

Sedekah jariyah dalam konteks hadis di atas adalah wakaf.

Syariat memberi aturan agar aset yang diwakafkan, dibekukan tasarufnya dan dimanfaatkan untuk ibadah.

Karena itu, pahalanya akan terus mengalir untuk wakif (yang berwakaf) seiring dengan kelestarian pemanfaatan aset tersebut.

Perbincangan tentang wakaf sering dibatasi hanya pada wakaf benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Sedangkan wakaf benda bergerak baru mengemuka beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Polisi Panggil Seniman Surabaya yang Viral di Media Sosial, Monyong: Tidak Tahu Siapa Lapor

Padahal, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkannya sejak 11 Mei 2002 dan Undang-Undang (UU) Wakaf telah terbit sejak 2004.

Salah satu wakaf benda bergerak yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini adalah wakaf tunai (lebih tepatnya wakaf uang).

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X