Circular Economy, Bank Sampah, dan Nanofinance

- 4 Juni 2020, 08:16 WIB
*Dok. Pribadi

Oleh: Khairunnisa Musari*

Tulisan ini diambil dari salah satu makalah saya yang lolos 12th International Conference on Islamic Economics and Finance (ICIEF). Alhamdulillaah, Allah izinkan saya berturut-turut dapat mengikuti 10th ICIEF di Qatar pada 2015.

Lalu, 11th ICIEF di Malaysia pada 2016, dan kali ini 12th ICIEF di Turki pada 2020 meski hajatan prestisius dari the Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IDB) itu harus berubah dalam bentuk Webinar karena pandemi covid-19.

Ide tulisan ini terinspirasi dari Dr. Tariqullah Khan, seorang Profesor Keuangan Syariah dari Hamad bin Khalifa University, Qatar. Dr. Tariqullah Khan adalah salah satu nama besar dalam jagad keuangan Islam dunia.

Baca Juga: Bukan Sesak Napas, Inilah Sebab Lain Meninggalnya Geroge Flyod

Karya-karyanya termasuk yang selalu menjadi referensi. Dari beliaulah, saya kemudian mengenal circular economy dan tertarik mendalaminya.

Circular economy masih menjadi istilah yang relatif baru buat Indonesia. Tapi bagi mereka yang konsen pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan, istilah ini mestinya sudah cukup sering didengar.

Secara sederhana, circular economy adalah konsep untuk mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Konsep ini berbeda dengan linear economy yang kebanyakan dilakukan oleh kita semua dahulu, yaitu ambil - pakai - buang.

Baca Juga: Terkuak! Perusuh Amerika Serikat Bertato Peta Indonesia Ternyata Warga AS yang Lahir di Jawa

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Mewaspadai Tadlis dalam Keseharian

18 Juni 2020, 18:03 WIB

Pandemi Covid-19, Saatnya Berwakaf

8 Juni 2020, 09:21 WIB

Halal untuk Semua Lini Kehidupan

21 Mei 2020, 08:21 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X