Meraih Maqashid Syariah saat New Normal

- 1 Juni 2020, 13:41 WIB
*Dok. Pribadi /

Oleh: Dr. Sri Herianingrum, M.Si.*

Upaya menekan penyebaran pandemi covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah, antara lain dengan memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan yang terbaru, yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, tata kehidupan normal baru (New Normal).

Dalam pelaksanaan kedua kebijakan tersebut, terdapat pro-kontra. Terlebih pada kebijakan New Normal.

Jelas, beban pemerintah sangat berat. Umat Islam tidak boleh berpangku tangan. Saatnya Muslim menunjukkan ketaatan pada pemerintah dan kepedulian pada bangsa sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS An- Nisa: 159.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Sebut Hari Pancasila Sebagai Momentum Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menekan pandemi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan umat dalam konsep maqashid syariah, yaitu kesejahteraan yang meliputi ad-din (agama), an-nafs (jiwa), al-aql (akal), an-nasl (keturunan)  dan al-maal  (kekayaan).

Untuk memenuhi kesejahteraan ad-din, pemerintah harus menjamin terpenuhinya bidang keagamaan. Sosialisasi New Normal dalam hal ibadah perlu disampaikan dengan baik dan intensif.

Baca Juga: Kabupaten Probolinggo Terapkan P2K di 34 Pasar Tradisional, 3 Hal Ini Wajib Dipenuhi

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X