Pandemi, Zakat, dan Pengentasan Kemiskinan

- 28 Mei 2020, 07:02 WIB
*Dok. Pribadi
*Dok. Pribadi /

Oleh: Ainol Yaqin, ME.

Merujuk data Badan Pusat Statistika (BPS), jumlah masyarakat miskin di Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 25,14 juta jiwa (9,41 persen). Angka ini turun dari tahun 2011 yang berjumlah 30,02 juta jiwa (12,49 persen).

Tahun 2020, jumlah masyarakat miskin di Indonesia diprediksi akan kembali menyentuh angka yang sama seperti tahun 2011 sebagai imbas terjadinya pandemi Covid-19.

Merujuk simulasi The SMERU Research Institute yang dikutip Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 4,2 persen pada tahun 2020, terjadi peningkatan persentase angka kemiskinan sebesar 0,48 persen atau setara dengan bertambahnya 1,3 juta penduduk miskin.

Baca Juga: Ingin Habiskan THR beli Motor Baru? Berikut Daftar Motor Honda Harga Mulai Belasan Juta Rupiah

Sementara itu, pada triwulan I 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diumumkan sebesar 2,97 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan semula Bank Indonesia dan pemerintah.

Padahal, triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi kembali akan lebih rendah daripada prediksi triwulan I 2020.

Artinya, jumlah pertambahan penduduk miskin pada 2020 berpeluang melampaui 1,3 juta penduduk dengan peningkatan persentase angka kemiskinan melebihi 0,48 persen.

Baca Juga: Begini Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Keluar Masuk DKI Jakarta Selama PSBB

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X