Halal untuk Semua Lini Kehidupan

- 21 Mei 2020, 08:21 WIB
/*Dok. Pribadi

Oleh: Annas Syams Rizal Fahmi, SEI., M.E.*

SALAH satu hikmah pandemi Covid-19 adalah kepedulian masyarakat pada aspek higienitas. Higienitas adalah upaya untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan. Higienitas identik dengan kebersihan.

Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Kebersihan juga menjadi variabel dalam industri halal.

Selama ini, identifikasi kehalalan produk cenderung berlandaskan komposisi zatnya. Pemahaman masyarakat akan keharaman produk dari sisi ini lebih sensitif dibanding kesadaran akan keharaman dari sisi prosesnya.

Yang umum terjadi, jika mendapat informasi produk mengandung unsur babi atau alkohol, masyarakat merasa jijik dan seketika meninggalkannya.

Baca Juga: Kepala Ilmuwan WHO Sebut Virus Corona Mungkin Baru Bisa Dikendalikan 4 Hingga 5 Tahun Lagi

Sayang, perilaku “main belakang” untuk mendapatkan barang, keuntungan atau layanan belum dianggap langsung sebagai hal yang haram. Perilaku tersebut kerap dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar.

Bahkan, dalam beberapa hal, tidak sedikit dibalut dengan istilah keagamaan seperti “uang amanat” bahkan “rezeki”.

Hak menentukan halal dan haram merupakan hak Allah SWT. Manusia tidak berhak menghalalkan apa yang diharamkan Allah SWT dan mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X