Wakaf, Jaring Pengaman Sosial Pandemi

- 7 Mei 2020, 06:08 WIB
/Dok. Pribadi

Oleh: Dr. Ika Yunia Fauzia, Lc., MEI.*

Tahun 2018, Indonesia tercatat masuk pada jajaran “Top 20 Countries in The Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index with Score and Participation in Giving Behaviours”. Tepatnya, Indonesia masuk dalam Indeks Kedermawanan Dunia bersama 20 negara lainnya.

Tidak berhenti di sini, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menduduki peringkat pertama pada indeks tersebut. Menyusul peringkat setelahnya adalah Australia, New Zealand, USA, Ireland, UK, Singapura, Kenya, Myanmar, Bahrain, Netherlands, Uni Emirat Arab, Norwegia, Haiti, Kanada, Nigeria, Iceland, Malta, Liberia dan Sierre Leone.

Baca Juga: Dokumen Manusia Pertama yang Tewas Akibat Tertimpa Meteor Ditemukan Peneliti

Penilaian dari indeks kedermawanan tersebut mencakup beberapa variabel, yaitu tolong-menolong, donasi uang, dan volunteer (sukarelawan).

Sikap kedermawanan penduduk Indonesia, senada dengan ajaran terkait kasih sayang dalam Islam. Sebagaimana disebutkan dalam banyak sekali ayat al-Qur’an dan al-Hadis, terkait nilai-nilai yang memerintahkan untuk mencintai manusia lainnya seperti kecintaan pada diri sendiri.

Hal ini kian diperkuat dengan masuknya beberapa ibadah sosial dalam ajaran-ajaran Islam demi menjaga hubungan antar manusia dan hubungan dengan Tuhan (hablun minannas dan hablun minallah).

Baca Juga: Resmi Berstatus Daftar Pencarian Orang, Polisi Siap Beri Tindakan Tegas Ferdian Paleka

Ibadah sosial tersebut dijelaskan dengan baik melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF). Keempatnya menjadi kekuatan yang sangat dahsyat apabila dimaksimalkan pengelolaannya. Hal ini mengingat potensi kedermawanan penduduk Indonesia yang sangat tinggi jika merujuk pada giving index di atas.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X