Menjaga Ekonomi Umat di Tengah Corona dan Ramadan

- 30 April 2020, 09:07 WIB
Dok. Pribadi /

Oleh: Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si.*

Ramadan telah tiba. Bulan penuh berkah dan ampunan bagi umat Muslim telah sepekan dilalui. Umat Muslim di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa dengan menahan lapar, dahaga, hawa nafsu serta berusaha semakin meningkatkan amal dan kedekatan pada Allah SWT.

Ramadan selalu istimewa. Dalam setahun, hanya satu bulan ini kesempatan untuk melebihkan ibadah, baik ibadah mahdhoh maupun ibadah ghairu mahdhoh (yang berhubungan baik dengan sesama), guna memperoleh bonus pahala yang berlipat ganda.

Namun, suasana Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi virus Corona yang membawa penyakit COVID-19 menjadikan wajah Ramadan 2020 di berbagai belahan dunia diwarnai oleh situasi krisis kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan.

Hadirnya Ramadan saat pandemi disikapi beragam harapan.

Ada yang berharap akan adanya keajaiban sehingga wabah segera hilang dan masyarakat selamat. Ada juga yang berharap pandemi menjadikan rukhsah bagi puasa.

Baca Juga: Media Asing Sebut Kematian Covid-19 Berlipat-lipat dari yang Diumumkan Pemerintah

Bahkan, ada yang berharap muncul fatwa agar masyarakat membayar fidyah kepada mereka yang yang terdampak oleh wabah Corona.

Sejauh ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sejumlah kesempatan menyampaikan bahwa fatwa yang demikian tidak memiliki dasar hukum. Mereka yang boleh tidak berpuasa hanya bila memiliki uzur sakit, dalam perjalanan atau tua renta.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X