Saatnya Shari’a Paradigm dalam Pembangunan

- 27 April 2020, 06:12 WIB
//Dok. Pribadi

Oleh: Dr. Moehammad Fathorrazi, M.Si *

 

PANDEMI COVID-19 tidak hanya menciptakan krisis kesehatan, tetapi juga berujung pada krisis sosial, ekonomi, dan keuangan. Mungkin tak pernah ada yang membayangkan, virus Corona penyebab COVID-19 yang maha kecil tersebut mampu mengguncang banyak negara di dunia.

Namun demikian, pandemi COVID-19 memberi banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah mengevaluasi kembali paradigma pembangunan yang berlangsung selama ini.

Ilmu ekonomi pembangunan telah memperkenalkan sejumlah tolok ukur keberhasilan pembangunan. Tolok ukur tersebut terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Diawali oleh Maximum Growth Paradigm, yaitu paradigma yang menekankan pertumbuhan ekonomi. Negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling tinggi dipandang sebagai negara yang pembangunannya paling berhasil.

Baca Juga: Pasien Positif Corona di Lumajang Bertambah 4 Orang

Paradigma ini membawa konsekuensi bagi banyak negara di dunia berlomba-lomba untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus lebih tinggi.

Meski Maximum Growth Paradigm dapat mengidentifikasi keberhasilan pembangunan, namun paradigma ini memiliki kelemahan untuk menjelaskan bagaimana kue besar perekonomian akan didistribusikan.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X