UMKM Terpukul, Omzet Anjlok karena Pandemi dan Kenaikan Bahan Baku Lebih dari 50 Persen

- 16 Juli 2020, 10:45 WIB
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Rabu (25/6/2020) tengah meninjau stand para pelaku UMKM di depan Kantor Kecamatan Kadudampit.* /Pikiran-Rakyat.com/Ahmad Rayadie/

PORTAL JEMBER - Pandemi Covid-19 memukul semua sekor, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Meski beberapa tetap bisa eksis di masa krisis, secara umum banyak pelaku yang terpukul dan bahkan tak mampu bertahan.

Kondisi ini bisa dibilang merata. Terjadi hampir di semua wilayah dan jenis usaha. Seperti yang terjadi di Kota Sukabumi.

Pelaku UMKM di Sukabumi mengeluhkan kenaikan bahan baku hingga mencapai 50 hingga 60 persen.

Baca Juga: Tak perlu ke Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Kini Bisa Online

Akibat kenaikan bahan baku menyebabkan sebagian besar aktivitas para pelaku UMKM terganggu. Upaya mempertahankan usaha telah dilakukannya, termasuk mengurangi pasokan bahan baku.

"Para pelaku UMKM sangat terpukul pandemi Covid-19. Selain kenaikan bahan baku, aktivitas omzet penjualan para pelaku usaha anjlok hampir 70 hingga 80 persen. Beruntung mereka masih bertahan hingga terus melanjutkan usahanya," kata Penata Program UMKM Kota Sukabumi, Rendi.

Baca Juga: Logam Mulia Antam, UBS, Lotus Ar, dan Galeri 24: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 16 Juli 2020

Rendi mengatakan untuk mendorong usaha kembali pulih, Pemkot Sukabumi terus melakukan intervensi. Terutama untuk mempromosikan usaha para pelaku UMKM.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X