Nissan Tutup Pabrik di Indonesia, Fokus ke Thailand sebagai Basis Produksi di ASEAN

- 29 Mei 2020, 17:43 WIB
CEO Nissan Makoto Uchida dalam jumpa pers di Yokohama, Jepang, Kamis (28/5) waktu setempat, yang juga dipublikasikan di laman resminya.* /ANTARA/Nissan Motor

PORTAL JEMBER - Kabar buruk di sektor ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19. Nissan Motor memastikan untuk menutup pabriknya di Indonesia.

Keputusan ini sebagai bagian dari restrukturisasi besar hingga 2023 untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan merek mobil asal Jepang ini.

Kepastian penutupan pabrik Nissan di Indonesia itu disampaikan oleh CEO Nissan Makoto Uchida dalam jumpa pers di Yokohama, Jepang, Kamis 28 Mei 2020, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Posisi Bercinta yang Oke dan Ideal Menurut Dokter Boyke

Selanjutnya, kata Uchida, Nissan akan berkonsentrasi pada pabriknya di Thailand yang akan dijadikan sebagai basis produksi ASEAN bersama dengan mitra aliansinya.

Di kawasan ASEAN, Nissan tetap berkolaborasi dengan mitra aliansi, baik dalam berbagi sumber daya, produksi, model, dan teknologi.

Indonesia tidak sendirian. Sebab, Nissan juga akan menutup pabriknya di Barcelona, Spanyol, sebagai bagian perampingan untuk efisiensi.

Baca Juga: Bisa Menyelam Hingga 25 Tahun Tanpa Naik Permukaan, Ini 6 Kapal Selam Tercanggih di Dunia

Nissan juga akan memangkas biaya tetap sebesar 300 miliar yen atau sekira Rp 41,17 triliun.

Kemudian, memangkas kapasitas produksi 20 persen menjadi 5,4 juta unit kendaraan per tahun.

Ke depan, Nissan akan memfokuskan bisnis inti untuk pasar Jepang, Tiongkok, dan Amerika Utara.

Baca Juga: Garam Dicampur Air Hangat Bisa Hilangkan Virus Corona, Cek Faktanya!

Nissan akan merasionalisasi jajaran produk global sebesar 20 persen--dari 69 menjadi kurang dari 55 model--, yang berarti ada pengurangan 14 model.

Nissan akan berfokus pada segmen model inti global, termasuk kendaraan segmen C dan D yang disempurnakan, kendaraan listrik, dan mobil sport.

Penutupan pabrik Nissan Motor di Indonesia akan menambah persoalan baru di bidang ketenagakerjaan karena berkurangnya lapangan kerja.***

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X