Jaga Kelangsungan Perusahaan, Ini Nasib Karyawan Kontrak Garuda Indonesia

- 17 Mei 2020, 20:43 WIB
Sebanyak 800 karyawan kontrak Garuda Indonesia dirumahkan sejak 14 Mei 2020. /ANTARA/Fahrul Jayadiputra

PORTAL JEMBER - Untuk menjaga kelangsungan perusahaan, maskapai Garuda Indonesia merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Mereka dirumahkan sementara selama tiga bulan terhitung sejak 14 Mei 2020. Keputusan tersebut telah melalui proses komunikasi antara manajemen dengan karyawan.

“Kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu kami tempuh, di samping upaya-upaya strategis lain untuk memastikan keberlangsungan perusahaan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Jakarta, Minggu 17 Mei 2020.

Baca Juga: Ribuan Rumah di Surabaya Tak Teraliri Air Setelah Pipa PDAM Jebol Karena Proyek UIN Sunan Ampel

Irfan menuturkan, kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Di samping itu, seperti dikutip dari Antara, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan manajemen.

“Perlu kami sampaikan pula bahwa kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus kami kaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan, yang tentunya kami harapkan akan terus membaik dan kembali kondusif,” katanya.

Baca Juga: Roll Royce Seharga Rp 12 Miliar Milik Raffi Ahmad Diisi Bensin Eceran oleh Denny Cagur

Irfan mengatakan selama periode tersebut karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun Tunjangan Hari Raya (THR) yang sebelumnya telah dibayarkan.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X