Gelombang PHK Menghantui Industri Penerbangan

- 26 Maret 2020, 16:56 WIB
Siluet petugas kebersihan berlatar pesawat Citilink di Yogyakarta International Airport (YIA). Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

PORTAL JEMBER - Saat ini adalah masa terberat industri penerbangan. Saat banyak orang berdiam di rumah, utilitas pesawat terbang pasti berkurang.

Sejumlah maskapai penerbangan telah mengurangi frekuensi penerbangan. Bahkan, saat ini sudah tidak ada pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Kertajati karena maskapai menghentikan operasi di rute tersebut.

Untuk menyelamatkan dari kerugian yang lebih besar lagi, maka INACA (Indonesia National Air Carriers Association) mengharapkan keringanan dan insentif dari Pemerintah.

Baca Juga: Pemprov Jatim Terima Bantuan Disinfektan dan APD dari Masyarakat

Ketua Umum INACA, Denon Prawiratmadja mengatakan, sebagai dampak dari pandemi Covid-19 atau virus corona yang menyebarluas ke seluruh wilayah Indonesia, maka sejak awal bulan Maret 2020 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis.

Untuk ini,  semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan, baik rute maupun frekuensinya, sampai dengan 50% atau lebih. 

“Diramalkan, apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk, bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut," kata Denon dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis 26 Maret 2020. 

Baca Juga: Antisipasi Virus Corona, Bapenda Jatim Tutup 164 Layanan Samsat Unggulan

Ia juga mengakui, bahwa untuk mengurangi kerugian yang diderita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. 

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

X