Bank Indonesia Injeksi Likuiditas Hampir Rp 300 Triliun

- 26 Maret 2020, 12:10 WIB
Teller menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS.* /ANTARA

PORTAL JEMBERBank Indonesia (BI) bersama otoritas terkait berusaha untuk terus memitigasi risiko dari pandemi covid-19.

Terutama, dalam stabilisasi nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan. Bank sentral juga terus mengevaluasi berbagai indikator ekonomi secara ketat dengan sejumlah pihak.

Untuk menjaga likuiditas, BI telah menginjeksi dana sebesar hampir Rp 300 triliun. “Aliran modal asing yang keluar (outflow) mencapai Rp 125,2 triliun,” bunyi keterangan pers BI.

Baca Juga: Segera Beroperasi Penuh, Ini Kelebihan Bandara Internasional Yogyakarta

Terkait nilai tukar, BI terus melakukan upaya stabilisasi. Melalui kebijakan triple intervention, BI melakukan pembelian SBN (surat berharga negara) di pasar sekunder sebesar Rp 168,2 triliun.

Sedangkan hasil survei pemantauan harga sampai pekan III Maret 2020, inflasi Maret 2020 secara tahun kalender sebesar 0,78% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,98% (yoy).

BI menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dalam melakukan langkah-langkah tersebut bersama KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Ini Cara Ashanty Menolong Usaha Kecil yang Terdampak Virus Corona

Selain itu, BI akan mengambil langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

X