Anggaran Proyek Infrastruktur Membengkak Bukti Perencanaan yang Sembrono

- 12 Oktober 2021, 19:28 WIB
Presiden Jokowi meninjau pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Presiden Jokowi meninjau pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. /BPMI Setpres/Lukas/

PortalJember.com - Pembengkakan anggaran proyek infrastruktur merupakan dampak dari perencanaan yang sembrono.

Bukannya untuk kesejahteraan rakyat, proyek infrastruktur malah menjadi beban negara.

Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mengatakan, akibat perencanaan yang sembrono, utilitas proyek infrastruktur itu rendah. “Akhirnya terpaksa diobral untuk menutupi kerugian,” kata Amin Ak, kepada media, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Bahaya Minum Air dengan Cara ini, Bisa Menggerus Ginjal dan Memberatkan Perut Kata dr. Zaidul Akbar

Beberapa proyek yang membengkak anggarannya itu, antara lain, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun). Awalnya, estimasi biaya proyek kereta cepat berkisar USD6,1 miliar, kemudian terjadi lonjakan  sebesar USD4,9 miliar atau setara dengan Rp69 triliun.

Hal yang sama juga terjadi pada proyek tol Cibitung-Cilincing yang biayanya membengkak menjadi Rp 10,80 triliun, lantas dijual seharga Rp 2,44 triliun alias diduga rugi Rp8,36 triliun.

Baca Juga: Minum Air Ini Setiap Pagi, Berat Badan Turun hingga 15 Kilogram per Bulan Kata Indira Kalistha

“Ruas tol konsesinya dimiliki PT Waskita Toll Road, anak perusahaan BUMN Waskita Karya,” ungkap Amin.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X