Kompetisi Sepak Bola Berhenti, Universitas Indonesia Sebut Kerugian Ekonomi Capai Rp 3 Triliun

- 27 Juni 2020, 20:24 WIB
BOBOTOH Persib Bandung menyalakan suar usai menyaksikan laga melawan PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 30 Agustus 2019. Sebanyak 25.053 suporter dari kedua kesebelasan memadati Stadion Si Jalak Harupat kala itu.* /ANTARA

PORTAL JEMBER – Sejak pertengahan Maret lalu kompetisi sepak bola Liga 1 dan 2 musim 2020 berhenti sementara. Hal itu disebabkan oleh pandemi covid-19.

LPEM Universitas Indonesia (UI) melakukan riset mengenai dampak berhentinya kompetisi olahraga paling digemari di Indonesia itu.

Hasilnya, diperkirakan kerugian ekonomi akibar berhentinya kompetisi berkisar Rp 2,7 hingag 3 triliun. Dampak ekonomi ini menjadi besar karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri dan menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang.

Baca Juga: Barista Ini Dapat Tip Rp 284 juta dari Warganet Usai Viral Tolak Layani Pelanggan Tak Bermasker

Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo mengatakan hal itu saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI, Menara Olahraga Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.

“Patut dicatat, dampak ekonomi karena kompetisi itu tak hanya berhenti di ekonomi, tapi menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan, dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif,” kata Revindo, seperti dikutip PORTAL JEMBER dari laman resmi PSSI.

Baca Juga: Lirik Lagu Maafkan Aku Terlanjur Mencinta Lydora, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya Lengkap

Kedatangan para akademisi Universitas Indonesia ke kantor PSSI juga sebagai ungkapan terimakasih karena Ketua Umum PSSI telah menjadi pembicara pada web seminar berjudul ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Dampak Kompetisi dan Kehadiran Satgas Anti Mafia Bola terhadap Persepakbolaan Nasional’, 10 Juni 2020 lalu.
 
Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan menjadi wadah diskusi untuk mempersiapkan kembali bergulirnya kompetisi sepak bola Indonesia dalam kondisi new normal yang dapat menciptakan kompetisi yang sehat dan mampu menggerakan perekonomian nasional.

Baca Juga: Lirik Lagu How You Like That BLACKPINK dan Arti Terjemahan Bahasa Indonesia

Iriawan mengapresiasi pemikiran peneliti Universitas Indonesia dan menyatakan bahwa PSSI terbuka menjalin kerjasama dengan para akademisi demi kemajuan sepak bola nasional.

“Kita melakukan banyak hal yang dapat menghasilkan manfaat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk kerja sama dengan para akademisi dunia pendidikan,” jelas Iriawan.

Seperti diketahui, pada Webinar UI lalu, PSSI menekanan pentingnya kompetisi bergulir dengan memperhatikan kemajuan timnas Indonesia dan juga sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

Baca Juga: 4 Kisah Mistis yang Dialami Pecinta Alam Saat Mendaki Gunung-Gunung di Pulau Jawa

Saat itu, pria bersapaan ‘Iwan Bule’ ini menegaskan, bergulirnya kompetisi tentu saja berdampak bagi perekonomian nasional, khususnya bagi industri persepakbolaan nasional.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: PSSI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X